Kanalidiksi
Oleh : pustakaperdu
#24.
Kapan kau akan melagu sepi –
sepi lagi.
Setelah tiada hari kau
lewati tanpa sekalipun berhenti.
Aku membayangkan kau datang malam
ini.
Menarikan tarian mistis
sebelum tubuhku terkulai.
Di tangan mu belati, tak
lagi tajam namun cukup sanggup membunuhku seorang diri.
Maka tak perlu aku memasang muka belas asih, karena kau takkan pernah sekalipun bersimpati.
Dan lengkaplah sudah, takkan lagi ku resah atas ujung perjalanan ini.
Bukankah setiap kita akan dan telah melewati.
Puncak tertinggi dari kehidupan adalah kematian. Membuat
kita menyentuh keabadian.

0 comments
Tambahkan Komentar Anda