Desember
Ketika Hujan
Oleh
: pustakaperdu
Desember ketika hujan.
Dan pendar cahaya lampu jalan.
Elyna yang rindu pada setiap rintik berjatuhan.
Menyelitkan do’a sebagai upayanya merawat ingatan.
Ini adalah monolog percintaan.
Dimana ia satu – satunya tokoh utama sedang tidak
ingin mengambil peran.
Ia membuat penonton menerjemahkan secara asal
apapun yang ia pertunjukan.
Mulai dari pemilihan alur cerita, tata panggung,
busana,rias, music, hingga tarian.
Semua sebegitu abstraknya. Saudade memang sebegitu
rumit untuk ditafsirkan.
Desember ketika hujan.
Belum setahun setelah kehilangan.
Elyna yang tegar pada setiap lena air berjatuhan.
Memintal rintik menjadi pita kenangan yang tak
tergantikan.
Tentang kekasihnya, di Desember ketika hujan.

0 comments
Tambahkan Komentar Anda