Bukan Pergi Hanya Kembali



Bukan Pergi Hanya Kembali
Oleh : pustakaperdu

Aku yang kini terbaring berkalang tanah.
Meletakkan penat dan lengkaplah sudah.
Meninggalkan seorang dara dalam resah.
Kelak kalian akan mengenalnya sebagai Elyna.

Elyna.
Renjana merah muda dalam sebuah pesta.
Turut serta selendang yang menutup sebagian kepala.
Membuatnya teramat cantik untuk sekedar diabaikan.
Namun, cantik saja rupanya tidaklah cukup meredam deru sendu Elyna.
Sepasang mata memaksaku kepada selam palung terdalam.
Menafsirkan seorang kekasih yang pergi membawa janji.
Elyna punya mata kenari mendadak berubah menjadi pusara sunyi.

Elyna kekasihku.
Belum sempat aku tuliskan puisi terakhir tentang malam ini bersamamu.
Memugar hati agar lebih lapang menata takdir.
Membenamkan amigdala pada kepuasan lahir.
Pada malam, aku titipkan rupa elok wajahmu.
Agar mulai malam ini ia perintahkan angin untuk lebih lembut menjagamu.
Maka, tidurlah manisku. Walau tak mungkin lagi aku membenarkan letak selimutmu.
Oleh sebab aku telah kembali ke pangkuan ibu.
Sekali waktu aku akan berkunjung dalam mimpi.
Memastikan hatimu tak lagi bertanya atas perasaan yang ditinggal mati.
Ini bukanlah pergi. Hanya Kembali.


0 comments

Tambahkan Komentar Anda

 
Copyright © 2012 PUSTAKA PERDU ~ Template By : Jasriman Sukri

Kamu bisa menulis deskripsi disini