Cukup Menemukanmu



Cukup kamu yang seperti ini. Bersabar dengan semua amarahku. Bersabar dengan semua bosan yang mungkin datang. Sudah terlalu banyak kecewa yang aku temui. Seolah olah ketika aku membagi sejarah hidupku yang akan kamu jumpai hanya penghianatan dan kebohongan. Tidak seperti martir aku masih akan hidup menahun dalam kecewa ini.

Setelah semua itu mulai aku tata untuk aku terima, aku menemukanmu.

Menemukanmu adalah tentang aku yang mempercayai diriku, aku percaya atas diriku sendiri bahwa aku juga punya kesempatan untuk berbahagia. Menemukanmu adalah tentang cinta, aku mencintai pencipta lebih baik untuk bisa mencitai diriku sendiri dengan baik, bahwa dengan aku mencitai diriku dengan baik adalah caraku mencintaimu. Menemukanmu adalah tentang sayang, bahwa sayang juga akan dewasa, dia akan malu jika terlalu banyak orang yang mengetahui, sayang yang aku tahu hanya bahwa kamu benar benar menunjukannya bukan mengucapkannya, sayang yang tidak kamu janjikan abadi, namun akan kamu usahakan sampai semampumu. Menemukanmu adalah tentang keberanian, bahwa berani bagimu hanya perlu satu tempat untuk berkata jujur, jujur bahwa kamu takut sekalipun adalah berani dalam bahasa lain menurutmu. Dan menemukanmu adalah tentang menerima, bahwa menerima yang paling sulit adalah berterima dengan diri sendiri. dan berani menerima sepahit apapun hidup adalah yang kamu coba ajarkan. Terakhir menemukanmu adalah anugerah, dan aku berterimakasih.

Cukup kamu yang seperti ini. dan aku tak tahu akan menuntut apa lagi darimu. Cukup kamu yang seperti ini, sederhana tanpa menyederhanakan usahaku untuk terus bersamamu. Karena butuh usaha yang hebat bukan untuk membangun rumah impian mu. Aku memang pernah bermimpi memiliki rumah putih sederhana pinggir pantai, namun kamu sangat ingin memiliki rumah kecil dengan pekarangan yang luas, agar bisa berkebun saat senja akan lelap di peraduannya. dan ketika malam datang kita akan sama sama secara bergantian menceritakan tentang bulan dan bintang kepada anak kita sambil kamu membenarkan letak api unggun itu. Hahaha. Entahlah, dimanapun asal kamu ajak aku tinggal di rumah itu aku akan sangat berbahagia. Aku mulai membayangkannya. Duhai sayang, aku dulu masih takut memikirkan hal seperti ini, bahkan membayangkannya saja aku takut. Namun tidak sekarang, karena aku menemukanmu, membayangkan dan berimajinasi menjadi begitu menyenangkan. Cukup menemukanmu sekarang aku tidak takut bermimpi.


0 comments

Tambahkan Komentar Anda

 
Copyright © 2012 PUSTAKA PERDU ~ Template By : Jasriman Sukri

Kamu bisa menulis deskripsi disini