Setiap detik yang berlalu hanya sebuah langkah-langkah penasaran.
Menelusuri sebab dari sebuah pertanyaan.
Mendapati ujung dari sebuah jawaban.
Kita tidak membicarakan apapun.
Pada sebuah ruangan kedap suara.
Membisukan percakapan kita.
Waktu pun menangkap kita yang rikuh memilih kata.
Atau sekedar bertanya.
Kamu apa kabar?
Kita tidak mendengarkan apapun.
Dingin membelai lembut serupa matamu.
Aku gugup. Tangan ku pun termangu.
Ingin sekali aku membinasakan waktu.
Agar dia tidak hidup dan terus berlalu.
Juga agar dia tidak menjadi orang ketiga diantara aku dan kamu.
Perlahan. Sangat pelan.
Aku mulai mendengar suara mu.
Kata yang pertama aku dengar.
"sudahlah, sudah cukup pelariannya, bukan pelarian yang bisa menghentikan rindumu. Tapi, rindulah yang menghentikan pelarianmu".
Seperti oase. Kata - katamu penuh harapan. Tapi tidak menyelamatkan. Kau tahu, aku harus hidup lebih lama lagi. Melihatmu dengan waktu pilihanmu.
Bandung, April 2018.

0 comments
Tambahkan Komentar Anda