Oleh
: pustakaperdu
#1.
Dibentangkannya guyuran alam.
Menyelami desaunya lalu
menerjemahkannya kedalam bahasa.
Pulang, kapal telah bersauh. Dan
kau yang masih saja menjadi angan – angan tempatku berlabuh. Berapa kali sudah kuminta
kau untuk duduk disampingku. Sudahlah.
Dunia kita bukan tentang
pelayaran saja. Juga tentang menepi.
Setelah seharian bermandikan
cahaya matahari.
Tibalah waktunya kita menabung
janji.
Berhalusinasi soal cinta pada
diri sendiri.
Kau masih ingat nasihat Eyang Uti
?
“ Jangan mencintai dia begitu rupa.
Cinta yang tidak terwakili oleh kata – kata hanya akan menjadi bencana.”

0 comments
Tambahkan Komentar Anda