Bee. Rehatlah


Bee. Rehatlah
Oleh : pustakaperdu
#1.
Dibentangkannya guyuran alam.
Menyelami desaunya lalu menerjemahkannya kedalam bahasa.
Pulang, kapal telah bersauh. Dan kau yang masih saja menjadi angan – angan tempatku berlabuh. Berapa kali sudah kuminta kau untuk duduk disampingku. Sudahlah.

Dunia kita bukan tentang pelayaran saja. Juga tentang menepi.
Setelah seharian bermandikan cahaya matahari.
Tibalah waktunya kita menabung janji.
Berhalusinasi soal cinta pada diri sendiri.
Kau masih ingat nasihat Eyang Uti ?

“ Jangan mencintai dia begitu rupa. Cinta yang tidak terwakili oleh kata – kata hanya akan menjadi bencana.” 

0 comments

Tambahkan Komentar Anda

 
Copyright © 2012 PUSTAKA PERDU ~ Template By : Jasriman Sukri

Kamu bisa menulis deskripsi disini