Rupa-rupanya
Kau
Oleh
: pustakaperdu
#6.
Ada kalanya aku memperhatikan
tubuhmu yang terduduk di depan cermin.
Ada secangkir
kopi yang kau seduh barusan.
Ada gemuruh rintik
hujan.
Ada deretan foto
dan hiasan dinding.
Ada satu pasu
kaca lengkap dengan kembang talas air.
Perhatikanlah
kembang talas air itu.
Saat kau buat
ruangan ini kaya rona.
Ia tetap kau
buat tampil sederhana.
Seharusnya kau
pun begitu sayang.
Telah lesap air
tampiasan hujan. Kopimu pun turut kandas.
Aku melihatmu
dan belum ada tanda-tanda untuk lekas bergegas.
Kau masih sibuk
di depan cermin memugar paras.
Sementara aku masih
sibuk membunuh waktu yang kian tandas.

0 comments
Tambahkan Komentar Anda