Kulminasi
Oleh
: pustakaperdu
#3.
Di bidang jejal dunia.
Tempat udara, cahaya, air, tanah dan segala yang diciptakan lebih dari sekedar untuk bereproduksi.
Ketika perdu mencuri sepasang
mata jantan. Tak cuma itu, ada juga sepasang
daun telinga, sepasang kaki dan juga sepasang lengan.
Inilah dia kisah Si musafir
hati, yang selalu memposisikan diri sebagai korban. Padahal, ia secara suka rela
memilih menjadi seorang tawanan.
Menurut empunya.
Perdu itu hanyalah setangkai
mawar, yang berbunga ranum tanpa racun dan hanya punya beberapa duri kecil.
Takkan menyakiti bila
hanya sekedar diamati. Bisa saja melukai bila ingin dimiliki.
Dia tidak menyarankan untuk
serta merta menjauhi, ia hanya berpesan untuk lebih berhati-hati. Sebab bisa jadi perdu itu hanya berbunga sekali. Selang kemudian, ia pun layu dan akan mati.

0 comments
Tambahkan Komentar Anda