Batas Malam


Batas Malam
Oleh : pustakaperdu
#10.
Aku memandangimu dari belakang.
Kau menatap jauh stasiun tanpa penumpang lalu-lalang.
Sesekali ku kira tak apa larut pulang.
Di rumah juga tidak ada orang yang bisa diajak berbincang.
Di sini kita akan menyaksikan detik detik kota telanjang.
Ada gelandangan yang tidur telentang.
Memandang bintang bintang yang sedang bersulang.
Gelandangan itupun tertawa lantang.

“Setidaknya dia masih punya waktu untuk menikmati malam yang lenggang, bukan seperti mereka yang masih bekerja, seakan hidup esok adalah hutang.”

Itulah kisah malam yang terus menua sayang, dan kita pun harus bergegas pulang.

0 comments

Tambahkan Komentar Anda

 
Copyright © 2012 PUSTAKA PERDU ~ Template By : Jasriman Sukri

Kamu bisa menulis deskripsi disini