Batas
Malam
Oleh
: pustakaperdu
#10.
Aku memandangimu
dari belakang.
Kau menatap jauh
stasiun tanpa penumpang lalu-lalang.
Sesekali ku kira
tak apa larut pulang.
Di rumah juga tidak
ada orang yang bisa diajak berbincang.
Di sini kita
akan menyaksikan detik detik kota telanjang.
Ada gelandangan
yang tidur telentang.
Memandang
bintang bintang yang sedang bersulang.
Gelandangan itupun
tertawa lantang.
“Setidaknya dia
masih punya waktu untuk menikmati malam yang lenggang, bukan seperti mereka
yang masih bekerja, seakan hidup esok adalah hutang.”
Itulah kisah
malam yang terus menua sayang, dan kita pun harus bergegas pulang.

0 comments
Tambahkan Komentar Anda