Dalam
Sembahyang
#12.
Kepadamu ingin
ku ceritakan semua kesah.
Bisikan –
bisikan rahasia dan suara -suara resah.
Sekali ini ku
ganggu kau yang terselubung dalam langit.
Dilemari ada surat-surat kabar.
Puisi terbaik
yang pernah kau berikan waktu itu.
Ada wacana,
kabar gembira, juga kabar duka.
Bahasa-bahasa
tak ayal melengkapi semua warta.
Sayang, Aku
terlalu sibuk untuk membaca.
Kalam darimu
selama ini kubuat kelam.
Jadi penghias
lemari, tertumpuk dan berdebu.
Aku sejenak
berdiri, "Bolehkah aku memanggilmu ?"
Memintamu
menulis kembali puisi – puisi untukku.
Dalam Sembahyang, aku akan mulai tabah kini.
Membacakan puisi – puisimu kembali.
Sampai tidur
lena di haribaan sunyi nan sepi.
Memeluk mimpi, agar berdamai dengan suasana
hati.

0 comments
Tambahkan Komentar Anda