Bismika



Bismika
#13.
Saat malam hidup untuk dirinya sendiri.
Jalanan sudah sepi. Suara jangkrik menjadi teramat berisik sekali.
Mungkin hanya tinggal beberapa manusia saja yang berdiri.
Sebagian bekerja, Sebagian lagi berdoa.

Tampaknya aku akan terjerat oleh bisunya malam.
Melahap waktu tidur untuk menuliskan keresahan.
Entahlah, beberapa malam terakhir aku sukar terpejam.
Padahal kau tetap di sana. Di atas ranjang menanti aku hidup di sampingmu.
Mengantar tidurmu sampai ke bulan.

Kau harus tahu, Bulan adalah puisi yang dituliskan langit untuk bumi.
Sedang kau, Kau adalah puisi yang dituliskan Tuhan untuk ku.

Astaga, aku melupakanmu kembali malam ini.
Segera ku bereskan buku-buku ini.
Mendatangimu sebagai sebaik-baiknya manusia.
Lantas, ku tebarkan serbuk kantuk itu.
Selamat tidur renjana merah muda ku.

0 comments

Tambahkan Komentar Anda

 
Copyright © 2012 PUSTAKA PERDU ~ Template By : Jasriman Sukri

Kamu bisa menulis deskripsi disini